Alhamdulillahirabbil ‘alamin, pada hari Selasa, 25 Februari 2014 telah dilaksanakan forum dialog antara mahasiswa S1 Kimia Unpad dengan pihak jurusan Kimia Unpad dengan HIMAKA FMIPA Unpad sebagai fasilitator. Acara ini dilaksanakan di longroom D5 Kimia Unpad, dihadiri oleh Ketua Prodi S1 Kimia Unpad, Ibu Tri Mayanti dan Sekretaris Prodi S1 Kimia Unpad, Ibu Diana Rakhmawaty Eddy, sebagai perwakilan jurusan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai angkatan seperti angkatan 2011, 2012 dan 2013.

 

 Dalam forum ini, dijelaskan mengenai pemberlakuan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa angkatan 2013 dan seterusnya, penjelasan sistem perhitungan IPK yang baru terkait pemberlakuan kurikulum baru 2014, serta permasalahan akademik yang mengikuti kurikulum tersebut.

 Dijelaskan oleh Ibu Tri dan Ibu Anne, mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) bahwa hal ini telah menjadi kebijakan universitas sesuai peraturan DIKTI, yang dibagi menjadi 5 golongan. Selain itu, dijelaskan pula bahwa mahasiswa memiliki hak untuk mengajukan keringanan, baik berupa bidikmisi dan lainnya, apabila mengalami permasalahan keuangan baik di awal atau di tengah masa perkuliahan.

 

Sementara itu terkait dengan kurikulum baru 2014, dijelaskan bahwa kurikulum baru merupakan pengganti kurikulum 2006 (KBK), yang diserentakkan penggunaannya oleh Unpad pada tahun ini. Kurikulum ini merupakan kurikulum perguruan tinggi berbasis KKNI. Terkait dengan penerapannya di tingkat jurusan bagi kegiatan belajar angkatan 2014, masih dalam proses penggodokan.

Masih terkait kurikulum diatas, untuk angkatan 2013 saat ini menggunakan 2 kurikulum yakni 2006 dan 2014, dalam penerapannya terkait perhitungan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bagi mahasiswa 2013. Konversi nilai IPK pada kurikulum baru yang diterapkan pada angkatan 2013 dinilai merugikan mahasiswa karena akan menurunkan nilai yang telah didapat. Dengan sistem baru maka nilai yang didapat akan dibagi nilai maksimal skor dan dikali SKS pada mata kuliah. Dimisalkan suatu nilai pada 4 SKS adalah 80, maka perhitungan IPK menjadi (80/100)x4 menjadi 3,2, padahal pada sistem lama seharusnya nilai 80 dihitung A dengan nilai mutu 4,0.

Konversi nilai ini juga diberlakukan pada Yudisium/sidang terhitung sejak akhir 2013 lalu, sehingga secara keseluruhan penerapan sistem ini akan merugikan. Pihak jurusan juga mempertanyakan keputusan Rektorat yang dinilai “tidak pikir panjang” tanpa melihat dampak kedepannya, seperti akan berpengaruh pada lama masa studi mahasiswa, serta pengaruh IPK saat akan melamar kerja akan kecil karena sistem ini.

Kemudian pihak jurusan dalam diskusi ini, turut menjelaskan bahwa masa studi untuk mahasiswa S1 terjadwal adalah 8 tahun, lebih dari itu maka akan diberi early warning (pemberitahuan dini) dan membuat surat bermaterai yang disahkan dosen wali terkait perjanjian masa selesainya studi mahasiswa tersebut, maksimal 14 semester. Lebih dari perjanjian, maka akan dikeluarkan (Drop Out).

erkait  dengan Semester Pendek (SP), pihak jurusan berusaha agar diadakan pembicaraan kembali dengan pihak dekanat sebagai pemegang kebijakan SP terkait hal ini yang disangkutkan pada pemberlakuan sistem baru pada kurikulum 2014 yang akan memperlama masa studi mahasiswa. Dengan SP diharapkan dapat mempercepat masa studi tersebut tanpa mengganggu jadwal reguler perkuliahan.

Dan di akhir, pihak jurusan berterima kasih dan berharap agar forum diskusi dapat terus terjaga agar komunikasi antara mahasiswa dan jurusan dapat terjalin baik tanpa adanya mis-komunikasi, serta tersampainya informasi yang jelas dan adanya saran/kritik dari kedua belah pihak.

Comments are closed.