Pada 2 Januari 2025, Badan Cuaca Nasional AS memperingatkan potensi angin Santa Ana yang kencang dan kebakaran ekstrem. Kemudian 3 Januari, mereka mengeluarkan Fire Weather Watch dan peringatan bendera merah untuk wilayah Los Angeles dan Ventura. Dan 6 Januari, peringatan dinaikkan menjadi “situasi yang sangat berbahaya.”Kebakaran besar melanda Los Angeles pada 7 Januari. Kebakaran Palisades pertama dalam beberapa jam meluas hingga 1.262 hektar, lalu menjadi hampir 3.000 hektar saat menjelang malam. Kemudian kebakaran Eaton muncul dan membakar lebih dari 200 hektar hanya dalam satu jam. Hingga 13 Januari, Kebakaran Palisades telah membakar 23.700 hektar, menewaskan 8 orang, dan menghancurkan 5.300 bangunan. Kebakaran Eaton menjadi yang paling mematikan dalam sejarah California dengan 16 korban jiwa, 14.117 hektar terbakar, dan 7.000 bangunan rusak atau hancur.
Lantas Apa Penyebab kebakaran Los Angeles Ini Begitu Ganas?
Los Angeles dikenal dengan iklimnya yang panas dan kering. Namun, dikarenakan akibat fenomena El Nino curah hujan di sana meningkat drastis. Fenomena ini membuat tanah yang biasanya tandus mendadak subur dipenuhi oleh vegetasi. Namun menurut Rory Hadden seorang peneliti ilmu kebakaran di Universitas Edinburgh, kondisi ini justru dapat menjadi bumerang ketika memasuki musim kering berlangsung. “Ketika memasuki periode cuaca yang lebih kering, vegetasi mengering dengan sangat cepat dan jumlahnya lebih banyak. Ibaratnya seperti menimbun bahan yang mudah terbakar,” paparnya.
Kondisi vegetasi kering tadi diperburuk dengan datangnya fenomena Angin Santa Ana. Angin ini sangat kering dan mampu menghilangkan kelembaban vegetasi, bertiup kencang dari kawasan Great Basin ke daerah Samudera Pasifik yang melewati daerah LA dan sekitarnya. Di sisi lain kawasan LA sedang ditumbuhi vegetasi subur yang mengering, kemudian terkena angin kering yang kencang, diduga menjadi pemicu percikan api yang menjadi penyebab awal kebakaran terjadi. Tiupan angin ini pula menyebabkan percikan api yang muncul, menjadi lebih sulit terkontrol sehingga kebakaran menjadi tersebar ke banyak titik.
Faktor lain yang mempercepat penyebaran api adalah topografi khas Los Angeles. Banyak wilayah yang terdampak adalah perbukitan dan lembah yang penuh dengan vegetasi liar. Api yang menyala di daerah berbukit bergerak lebih cepat menanjak dibandingkan di lahan datar. Ditambah dengan angin Santa Ana yang bertiup kencang, kebakaran semakin sulit dikendalikan.
Di balik kebakaran hebat di Los Angeles, muncul teori konspirasi yang mengaitkannya dengan rencana “LA Smart City 2028.” Beberapa pihak menduga kebakaran ini disengaja untuk membuka lahan bagi proyek tersebut, meski hingga kini tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim ini.
Terlepas dari teori konspirasi yang beredar, satu hal yang pasti: kebakaran ini tidak terjadi begitu saja. Perubahan iklim, eksploitasi alam, dan ketidakseimbangan ekosistem akibat ulah manusia telah menciptakan kondisi yang ideal bagi bencana ini untuk terjadi. Jika kita terus mengabaikan dampak dari kerusakan lingkungan, bukan tidak mungkin bencana seperti ini akan semakin sering terjadi di masa depan.